94. AL HADI (Dzat Yang Maha Memberi Petunjuk) Apabila seseorang telah beriman kepada Allah Ta’ala dengan iman yang sebenar-benarnya, kemudian dia mempunyai keinginan untuk membalas kebaikan-kebaikan Allah Ta’ala yang telah begitu banyak diberikan kepadanya, serta dia selalu berusaha untuk membersihkan hatinya dari segala kebusukan-kebusukan (dosa-dosa bathiniyah), seperti sombong, ujub, riya’, iri, dengki, hasud dan lain sebagainya, maka Allah Ta’ala akan memberikan petunjuk-petunjukNya. Sehingga dengan petunjuk itulah dia bisa menempuh jalan yang lurus guna mendapatkan keridhoan Allah Ta’ala. Oleh sebab itu jika hati kita masih penuh dengan kebusukan-kebusukan (dosa-dosa bathiniyah), maka petunjuk-petunjuk dari Allah Ta’ala tidak akan masuk kedalam hati kita. Padahal setiap saat Allah Ta’ala selalu memberikan petunjuk-petunjukNya, akan tetapi tidak bisa kita terima disebabkan hati kita yang masih penuh dengan kekotoran (najis). Hal ini disebabkan kita masih memperturutkan hawa nafsu, sehingga petunjuk-petunjuk Allah Ta'ala tidak bisa masuk kedalam hati kita. Karena sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang fasik (selalu memperturutkan hawa nafsu). Sesuai surat At Taubah (9) : 24 24. Katakanlah: "Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. Petunjuk-petunjuk Allah Ta’ala adalah Al Qur’an dan sunnah-sunnah Rasul-Nya serta bisikan-bisikan Malaikat yang ada didalam hati. Akan tetapi petunjuk-petunjuk tersebut tidak menyentuh ke dalam hati kecuali orang-orang yang disucikan, yaitu hatinya orang-orang yang bersih dari segala kemusyrikan dan dari dosa-dosa bathiniyah. Sesuai surat Al Waaqi’ah (56) : 77 – 79 77. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, 78. Pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). 79. Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Sedangkan bagi orang-orang yang kafir, maka selamanya petunjuk Allah Ta’ala tidak akan masuk kedalam hatinya. Karena hati orang-orang kafir adalah najis (kotor). Sesuai surat At Taubah (9) : 28 28. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis. Maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Setelah kita menjadi orang yang beriman, maka keimanan tersebut harus kita buktikan dengan ketaqwaan, yaitu menjalankan segala perintah Allah Ta'ala dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena keimanan tanpa ketaqwaan, maka masih akan dimasukkan kedalam neraka. Akan tetapi didalam melakukan ketaqwaan memang sungguh berat, karena hawa nafsu dan syetan selalu menghalangi. Sehingga kita kesulitan untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah. Dan sebetulnya yang tahu mana yang benar dan mana yang salah hanya Allah Ta'ala. Oleh sebab itu hendaknya kita memohon petunjuk kepada Allah Ta'ala. Karena tanpa petunjuk dari-Nya, tidaklah mungkin kita bisa selamat baik didunia maupun diakhirat. Dan petunjuk-petunjuk Allah Ta'ala telah Dia turunkan didalam Kitab-Nya yaitu Al Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita berusaha membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati? seperti sombong, ujub, iri, dengki, hasud dan lain sebagainya. Karena hal tersebut dapat menghalangi petunjuk Allah Ta'ala masuk kedalam hati kita. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, masukkanlah kami kedalam golongan hamba-hambaMu yang bertaqwa dan hanya menjadikan AlQur’an dan As Sunnah sebagai petunjuk didalam hidup kami. C. Sikap Orang Beriman Dia hanya meyakini satu kebenaran yaitu kebenaran yang datangnya dari Allah Ta'ala, berupa Al Qur’an dan Al Hadits. Dia tidak mau menerima kebenaran-kebenaran yang datangnya bukan dari Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia akan melaksanakan segala sesuatu, baik hatinya, perkataannya maupun perbuatannya, disesuaikan dengan petunjuk-petunjuk yang ada didalam Al Qur’an dan Al Hadits. Karena Al Qur’an dan Al Hadits inilah yang bisa menunjukkan manusia menuju jalan yang lurus. Dan keduanya diturunkan oleh Allah Ta'ala pasti bisa dilaksanakan oleh semua manusia. Karena tidaklah mungkin Allah Ta'ala menurunkan petunjuk-petunjuk yang tidak sanggup dilaksanakan oleh hamba-hambaNya. Oleh sebab itu apabila kita ingin selamat didunia dan diakhirat, hendaknya kita berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Al Hadits. Akan tetapi apabila kita selalu mengikuti hawa nafsu, maka kita tidak akan mungkin bisa selamat baik didunia maupun diakhirat. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami dapat mengendalikan hawa nafsu yang mengajak kami kepada kefasikan. F. Sikap Orang Bertawakkal Apabila didalam hidup ini dia telah berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Al Hadits, maka masalah hasilnya dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Dan dia selalu memohon agar Allah Ta'ala selalu membimbingnya kejalan yang lurus. Dia sangat berharap agar Allah Ta'ala memberikan rahmat apabila dia melakukan kebaikan dan memberikan peringatan apabila dia melakukan kesalahan (tidak sesuai dengan petunjuk Allah Ta'ala). G. Sikap Orang Mukhlis Dia akan menerima dengan ikhlas apabila Allah Ta'ala memberikan peringatan kepadanya. Karena dengan itulah dia bisa bertaubat dan memperbaiki diri. Dan apabila Allah Ta'ala memberikan rahmat akibat kebaikan yang dia lakukan, maka dia sangat bersyukur. Karena dengan itulah dia bisa mengetahui kebenaran, sehingga dia akan menambah untuk melakukan kebaikan tersebut. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Hadi Apabila ia sudah menjadi kholifah, maka dalam kehidupannya selalu mendapat petunjuk Allah sebab ia telah membersihkan hatinya dari segala penyakit-penyakit hati, sehingga ia akan berjalan sesuai dengan petunjuk Allah Ta’ala tersebut. Dan kepada sesama manusia, ia selalu mengajak manusia agar mengikuti petunjuk-petunjuk Allah Ta'ala. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Hadi Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk mengajak manusia agar mereka bertaqwa kepada-Mu, serta menjadikan Al Qur’an dan As Sunnah sebagai pedoman hidup mereka. Agar manusia dapat mengetahui bahwa sesungguhnya mereka tidak dapat selamat didunia dan diakhirat kecuali hanya mengikuti petunjuk-Mu dan sunnah Rasul-Mu.